HIMAPALA UNESA

Himapala Unesa adalah organisasi bergerak di bidang outdoorsport dan sosial.

ORGANISASI

Proin luctus placerat arcu, eget vehicula metus rhoncus ut. Fusce pharetra pharetra venenatis. Sed condimentum ornare ipsum.

Maecenas nisl est

Vestibulum suscipit ullamcorper bibendum. Nam quis commodo ligula. Etiam et mi et magna molestie iaculis.

Lorem ipsum dolor sit amet

Duis fermentum sem nec ipsum lacinia fermentum. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Popular Posts

Blog Archive

Sample Text

Jodicus direct and clean



Starting up Jodicus Direct (without the peg) E7 6c
I was a bit bleary-eyed this morning heading out to meet Richard and Steve for an attack on Wave Buttress after yesterday’s good session at Steall. Yesterday, my ankle managed 90 minutes on steep tensiony climbing before tightening up. Today I was keen to get it moving on a sustained slab and work it a little bit harder.
Wave Buttress had an obvious challenge. In the early nineties Mark Mcgowan crimped his way up the honeycombed wall of Jodicus Direct. But with a pre-placed long sling enabling a peg to be clipped right before the crux, it was a bit of a weird proposition and never got popular. A few years ago the peg was removed but the climb was never re-led. An obvious challenge then to make a clean ascent ‘sans fer’, this time running it out on the 6c crux above an RP3.
I gave it a quick clean and play on the moves to wake myself up and then worried whether it was a good idea as I still in pain walking in tussocky grass at the base of the cliff. What the hell - suck it up. 


I was glad I did. A fine E7 6c. Afterwards all I could do was shuffle off for two dinners and a bath. But who cares.


Richard on Crackattack E3 6a


Steve On The Beach E5 6a

Stop your bitchin' and get back in the kitchen...

...is probably not the sort of headline Bidisha would like, and rightly so: it uses derogatory and belittling language about women and identifies them as complainers who are suited only to domestic roles. But I've used it for a cheap joke, so that's OK isn't it?

In this forthright and impassioned article about attitudes and words, the Guardian writer lays into the casual sexism of British society and the words that so often carry and propagate these attitudes. It's a provocative article and focusses on a language topic that has been debated before by English Language students, so it's definitely worth a read.

The writer refers to the "pyramid of egregiousness" - a chart of words offensive to women, ranked in order of their unpleasantness. You can find it here and also find out more about why feminists (and anyone with at least half a brain) find them objectionable.

Trik agar windows XP home edition dapat join ke domain server

Novi Saputra Yusman
yusman_alminangi@yahoo..com
http://yusman.co.nr

Pendahuluan
Jika kita bertugas membangun sebuah jaringan dalam sebuah instansi tentulah kita akan dapati disana berbagai license sistem operasi yang di gunakan instansi tersebut, bisa jadi ada yg bersistem operasi turunan unix “linux dsb”, atau windows dan berbagai jenis type licensenya, namun kita ditugaskan harus dapat mengkonfigurasi semua pc pc client dengan beragam sistem operasi tersebut agar bisa akses ke dalam domain server jaringan yang berjalan pada instansi tsb, dan ini sebuah tantangan tersendiri bagi anda yang bertugas sebagai admin jaringan atau yang mempunyai tanggung jawab dalam koneksi jaringan dalam instansi anda. Dan dalam tulisan ini saat akan mengupas bagaimana kionfigurasi untuk windows XP home edition agar bisa join ke domain server dan menikamti fasilitas fasilitas yg disediakan pada domain server tsb. Disebabkan windows XP home edition hanya menyediakan utility utk jaringan workgroup biasa tidak untuk domain, maka dengan sedikit trik kita bisa mennembus server dan bisa menjadikan pc client XP home edition kita menikmati aplikasi aplikasi dan hardware yg terkoneksi pada server sebagaimana windows versi lainya ..: ). untuk mengkonfigurasi windows XP home edition anda agar bisa join ke domain maka anda harus memahami penulisan script script dengan menggunakan comand line dos pada windows, mengerti setting tcp ip dan mengerti sistem file yang ada pada windows XP home anda, namun jika anda benar benar belum memahami semua itu jangan khawatir disini saya akan tuntun setahap demi setahap dengan disertai capture gambar yang akan memudahkan anda untuk mengikuti tutorial ini baiklah segera kita memulainya.. : )

Isi
pada artikel ini kita akan mengkonfigurasi agar windows XP home edition kita agar bisa join ke server dan dapat mengakses aplikasi aplikasi yg ditanam di server, contoh pada server saya ada aplikasi POS  dan back office yg ditanam di server beserta databasenya, 
maka  agar  client  client  yang  menggunakan  windows  Xp  home  edition  dapat menggunakan aplikasi aplikasi tsb kita harus melakukan sebuah trik yang dapat mengantarkan pc XP home edition kita menembus  server dan menggunakan aplikasi aplikasinya. Pada artikel ini ada 2 buah server yg akan kita maping folder aplikasinya menjadi 2 direktory yaitu “g & h” yang mana pada server itu salah satunya berisikan aplikasi POS dan server satunya lagi berisikan aplikasi backoffice, dan kita akan memberikan hak akses pada client ini agar bisa menggunakan printer server yang hanya user user tertentu saja yang dapat mengaksesnya..
Baiklah sekarang kita mulai pertama tama klik menu start kemudian control panel kemudian klik icon network connection isikan ip addres nya dan sesuaikan dengan class ip adress server serta gatway dan DNS servernya, seperti yang saya lakukan pada pc saya, anda tinggal menyesuaikan dgn server anda .

Setelah selesai mengisi ip address tsb ujilah koneksi yang telah dibuat dgn mengetikan perintah ping ke server anda pada  dos, jika koneksi nya OK.., maka buatlah sebuah script yang berfungsi untuk menembus domain server yang nanti nya kita bisa mengakses  ffolder folder / file file yg ada di server berikut script yang kita perlukan :

net use g: \\ 200.200.200.1\pos alminangi  /user:administrator
net use h: \\200.200.200.2\backoffice alminangi /user:administrator
net use lpt1: \\receiving1\receivingprint alminangi /user:administrator

penjabaran script :
net use = perintah utk membuat maping sebuah folder 
g  dan h = adalah nama maping dari folder yang kita maping
200.200.200.1 adalah ip server yang berisikan aplikasi POS
pos & backuoffice = adalah folder yang berisi aplikasi yang akan digunakan user alminangi = adalah passwordnya
administrator = adalah user nya “dalam hal ini saya gunaka user administrator agar bisa memberikan hak akses pada user ini untuk dapat menggunakan aplikasi dengan leluasa” ini bisa anda rubah sesuai kebutuhan anda dan tingkat security yang anda inginkan.

Ok.. sekarang ketikan script diatas pada notepad simpan dgn akhiran “.bat” bisa anda simpan dengan nama join.bat kemudian simpad di folder startup anda bisa cari di c:\documents and settings > nama user yg logon  > start menu > programs > startup  nah 
di folder ini anda letakan file nya, setelah itu close dan kemudian loggof /restart user tsb kemudian login kembali dan nanti sesaat akan tampil tampilan spt ini pertanda script yang kita buat tadi bekerja

setalah login dan script berjalan dan akan hilang dgn sendirinya maka anda bisa klik icon mycomputer di pc client  XP home edition anda dan akan dapat hasil maping kita disana telah ada directory “h & g” disamping directory local kita yakni “c” dan : )

OK kita telah berhasil melakukan mapping ke folder aplikasi yg kita inginkan pada server yang kita tuju, sekaligus kita telah dapat menjalan kan aplikasi POS dan Backoffice yang terhubung ke server dari pc XP home edition kita, sekarang ujilah script yang kita tulis untuk mengakses printer server tadi dengan membuka dos dan mengetikan perintah dir>prn kemudian tekan enter , tapi jangan lupa anda harus install dulu printer servernya di pc client XP home edition anda, dan silahkan anda saksikan reaksi dari printer server tsb setelah anda mengetikan perintah tadi, sebaiknya anda pejamkan dulu mata anada sejenak dan buka setelah mendengar sesuatu hehehe..: ) 

Penutup
OK..sekian dulu tutorial singkat ini selamat mencoba dan anda bisa mengembangkan 
trik ini menjadi lebih luas lagi dan hebat lagi.

Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com

Mengamankan Komputer dengan Meminimalisir Serangan VIRUS tanpa Anti Virus

Moch.David Fachrudy
dav_idpunk@yahoo.com 

Sehubungan dengan kekreatifitasan dan pro aktifnya bangsa Indonesia kita  dalam membuat virus yang sangat bervariasi, dan banyaknya laporan-laporan para pengguna komputer yang merasa terganggu dengan adanya virus saat ini yang telah semakin canggih bahkan lebih canggih dari mesin scaner antivirus terkenal yang mereka pakai sekalipun. Maka dari itulah saya terdorong untuk menulis tutorial sederhana ini berharap dapat membantu kalayak ramai yang masih suka memakai anti virus tapi malas mengupdatenya…, dan dalam rangka mengumpulkan pundi-pundi pahala tentunya he..he…99x, lumayanlah buat bekal nanti klo udah di sono??? Daripada buat virus, “DOSA” merugikan orang lain!!!... lebih baik kita buat sesuatu yang bermanfaat :-). Yup!!!... Nah dari pada saya kebanyakan ngelantur, lebih baik kita lanjutkan kisah berikutnya… simak baik-baik…

Sekilas tentang VIRUS
Virus kebanyakan selalu menyamarkan diri dengan membuat ikonnya seperti
file-file umum yang sering kita lihat dan gunakan supaya kita terkecoh. Sebagai contoh, VIRUS, paling sering menggunakan ikon file folder (kuning) dan file MSWord  karena memang selama ini sangat efektif untuk mengecoh calon korban. 
   Akan tetapi bukan berarti hanya terpatok pada dua ikon file tersebut, bisa juga dalam bentuk yang lainnya seperti file gambar.jpg, file text.txt, game flash.exe, file installer.exe/.msi dan lain-lain, pokoknya pinter-pinternya bagaimana cara virus itu dapat mengecoh kita dengan berbagai macam godaannya, jadi berhati-hati sajalah.

LANGKAH PERTAMANYA adalah:
“Gantilah bentuk icon-icon yang sering di tiru oleh virus tersebut atau icon file lain yang kemungkinan dapat dimanfaatkan virus untuk mengecoh kita.”
Maksudnya adalah agar kita bisa tau lebih dini apabila ada virus yang baru saja masuk dikomputer kita yang biasanya datang dari flashdisk atau peralatan disk removable yang lainnya. Karena akan sangat kelihatan berbeda di tampilan explorer komputer kita nantinya. Sehingga dapat mencegah kita untuk tidak mengaktifkan virus tersebut dan kita bisa langsung menghapusnya sebelum menyebar atau menjangkiti komputer kita.

Dibawah ini adalah screenshot tampilan di explorer saat kita belum merubah bentuk ikon file dokumen word 
  
Diatas dapat kita lihat bahwa tidak ada perbedaan antara file VIRUS dan file asli, jadi mungkin saja kita bisa terkecoh untuk me’clicknya / mengaktifkannya karena kita berfikir itu adalah file word.
Sedangkan dibawah ini adalah screenshot tampilan di explorer setelah kita mengganti/merubah bentuk ikon file dokumen word.

Diatas dapat kita lihat perbedaan mencolok antara file VIRUS dan file asli. Dikarenakan file document word (*.doc & *.rtf) telah diganti dengan icon yang lain maka apabila kita menemui file yang iconnya masih seperti yang sebelum diganti maka itu adalah virus, dan sebaiknya langsung dihapus saja karena sudah dipastikan itu virus.

Cara Mengganti Bentuk Iconnya adalah:
Masuklah “Explorer-Tools-Folder Options...” atau dapat melalui “Control Panel-Folder Options...”
 lalu masuklah ke tab “File Types” trus di kolom bawahnya itu kamu dapat melihat semua jenis exstensi file dan icon-iconnya.
Untuk mengganti icon pilih salah satu ekstensi file yang mau diganti, misalnya ekstensi  *.doc dan  *.rtf, keduanya adalah file word dokumen yang sering ditiru virus, maka saran saya sebaiknya diganti saja keduanya satu persatu. 
Click tombol “Advanced”, lalu click “Change Icon...” pilih atau cari file icon melalui tombol “Browse...” yang berekstensi  *.ico,  *.icl,  *.exe, dan  *.dll yang mengandung icon sesuai selera anda, setelah itu click “OK” lalu “Close”. 
Ulangi langkah2 diatas untuk file: *.rtf, Folder dan File Folder karena file inilah yang paling sering dijiplak virus. Khusus untuk Icon Folder kadang kurang efektif apabila digantinya lewat cara diatas, jadi saran saya instal-lah suatu Software yang dapat merubah tampilan bentuk icon folder seperti: iColor Folder, Pack Vista Inspirat, StyleXP, TuneUp Utilities, dan masih banyak lagi software sejenis yang lainnya,  untuk cara lebih sulit bisa melalui via registri atau merubah langsung resource iconnya di explorer.exe dan di shell32.dll menggunakan software resource compiler seperti “ResHacker”, XNResource, dll.


LANGKAH KEDUA
Faktanya adalah….   
Sekitar 85% virus di Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri menggunakan bahasa pemrograman “Visual Basic”. Sedangkan Program atau virus yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic untuk dapat berjalan di Sistem Operasi Windows akan selalu membutuhkan suatu file modul yang bernama “msvbvm60.dll” yang letaknya di direktori “C:\WINDOWS\system32\”. Jadi apabila file tersebut tidak ada, maka dari ke 85% virus dari Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri tersebut tidak akan bisa berjalan, akan tetapi resikonya adalah apabila ada aplikasi yang bukan virus yang juga dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic juga akan lumpuh di komputer tersebut, dan akan menampilkan pesan error seperti dibawah ini.




Kadang juga seperti dibawah ini…


Pesan error diatas muncul dikarenakan adanya sebuah aplikasi Visual Basic yang gagal dieksekusi dikarenakan file modul msvbvm60.dll yang dibutuhkannya tidak ada atau tidak ditemukan.
Jadi maksud saya adalah sebaiknya file msvbvm60.dll direname saja, dan apabila ada applikasi bukan virus yang akan anda jalankan error dan menampilkan pesan error seperti diatas, maka rename kembali file msvbvm60.dll dan setelah selesai rename lagi dengan nama lain. Jangan berfikir hal ini merepotkan, sebab saat ini jarang sekali ada aplikasi resmi yang masih menggunakan bahasa pemrograman visual basic.

Cara me-rename file msvbvm60.dll dengan cepat:
Terlebih dahulu buatlah file vbren.bat dan vbfix.bat :   
Buka notepad.exe dan ketikkan :
ren C:\windows\system32\msvbvm60.dll 11111msvbvm60.dll    lalu save dengan  nama: “vbren.bat” dan disimpan di direktori “C:\windows\”,,    
jika sudah di simpan, buatlah satu lagi tapi isinya :
ren C:\windows\system32\11111msvbvm60.dll msvbvm60.dll    lalu save dengan nama: “vbfix.bat” dan disimpan juga di direktori “C:\window\” 
Setelah file vbren.bat dan vbfix.bat selesai dibuat, maka apabila anda ingin merename file msvbvm60.dll anda tinggal membuka “Start menu – RUN” atau lebih cepatnya pencet tombol “Win+R” dan ketikkan vbren lalu Enter, maka file msvbvm60.dll tersebut namanya akan berubah menjadi 11111msvbvm60.dll
Dan apabila anda ingin mengembalikan namanya seperti semula, buka kembali RUN atau pencet tombol  “Win+R”  dan ketikkan  vbfix  lalu Enter, maka file msvbvm60.dll tersebut namanya akan kembali menjadi msvbvm60.dll

LANGKAH KETIGA: 
  Pada masa kejayaan virus yang dirajai oleh virus brontok dkk, dan beberapa virus lain sejenisnya, virus tersebut hanya dapat menjangkiti komputer apabila diaktifkan dengan cara manual saja (via click2x, click kanan-open, atau enter) akan tetapi saat ini virus-virus tertentu yang menyebar lewat  removable disk seperti USB Flash disk, memory card, dan lain-lain dapat mengaktifkan dirinya secara otomatis untuk menjangkiti komputer kita. Hal tersebut  disebabkan karena virus-virus tersebut menggunakan fasilitas “autorun” pada Sistem Operasi Windows, yaitu dengan menambahkan file autorun.inf dan folder.htt di dalam peralatan removable agar apabila peralatan removable tersebut saat dikoneksikan dengan komputer, virus yang ada didalamnya bisa langsung menyerang secara otomatis tanpa harus menunggu untuk diaktifkan oleh user, seperti halnya virus-virus terdahulu.  Jadi untuk menghindari virus-virus semacam itu kita harus mematikan fungsi
autorun pada system operasi windows.
Cara mematikan fungsi autorun pada windows:   
Buka RUN lalu ketikkan “gpedit.msc” untuk membuka “Group Policy”.    Buka pada bagian  “Computer Configuration - Administrative Templates – System”.



   Lalu pada bagian kanan windows di tab “setting” cari tulisan “Turn off Autoplay” dan click2x / enter, akan muncul tampilan seperti dibawah ini. 
   Beri tanda cek pada pilihan “Enable”, lalu dibawahnya pada bagian “Turn off Autoplay on” click “All Drive” pada pilihannya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar diatas.
  Setelah tadi kita menyeting pada bagian “Computer Configuration” selanjutnya pada bagian  “User Configuration” (“User Configuration - Administrative Templates – System” ) juga harus diseting dengan cara yang sama seperti langkah-langkah diatas. 
  Dengan begitu apabila ada virus yang memanfaatkan fungsi autorun pada windows untuk masuk kekomputer dapat tercegah dan kita bisa menghapusnya sebelum menyerang.


Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com

Big Rock opening, Milton Keynes Sept 18th

On September 18th myself and Tim Emmett will be at the opening day of the new Big Rock climbing centre in Milton Keynes. We’ll be running masterclasses in climbing during the day (my classes start at 10.30am). You’ll have to give the centre a ring (quickly!) to book these. 
In the evening, starting 7.30 we’ll be both be hosting an evening’s climbing entertainment talking about our respective backgrounds in climbing, BASE jumping and then telling you our stories from The Great Climb. It should be a fun day - see y’all there!
Big Rock’s site is here. And their facebook is here.

Irresponsible

The trauma of Saturday’s efforts has put my ankle injury back a bit, so it’s no climbing for me for another wee while to give the wound a chance to knit again. Unfortunately, I think it could get in the way of finishing my big trad projects of the summer. But never say die…
Who cares? At least I got through Saturday. I didn’t really tell anyone, but the whole of last week passed in a preoccupied state of worry that I wouldn’t be able to climb on the day. On the Wednesday morning I got out of bed and it was too painful to put on the ground for the first half hour. I guess the responsible thing to do would have been to say “I’m injured, so I’m out”. But I was remembering Paul Pritchard’s story about his and Johnny Dawes first ascent of The Scoop on Sron Uladail in 1988. As they faced failure to get past the capping roofs Pritchard said “In this sort of situation Dawes could be counted upon to throw caution to the wind and just be downright irresponsible”. Thanks for the inspiration guys!


Johnny Dawes about to take a rope snapping winger on the Scoop first ascent 1988. Pic: Paul Pritchard (via Mark Mcgowan's flickr)
For now it’s back to reality, an avalanche of work needing done, my bathroom won’t plaster itself and my book won’t finish itself. Here we go...

I would get NIFOC but PAW

If you know what the title of this blog post means then you should either be ashamed of yourself or get out more. The answer's at the bottom of the post if you want to know*.

Different generations have always created new slang terms and with the massive growth of the internet and other forms of electronic communication, the pace of change has been ramped up another level. As ever, those who aren't young (like me) start to get confused about what the yoot dem are saying and think they're up to no good. And if you look at a site like this one, you'd probably fear the worst: that your son/daughter is engaging in pervy behaviour on a webcam in their room while you're reading the paper and picking your bunions in the living room.

But is the slang of the internet and texting, with all its BRBs and LOLs and ASLs really that different from what different generations used in the past? David Crystal, the bearded God of English Language, thinks not and wrote several chapters in his Txting: the GR8 DB8 about just this. Elsewhere, Ben Zimmer of Visual Thesaurus sees abbreviations in loads of older texts.

*NIFOC = Naked In Front Of Computer
PAW = Parents Are Watching